Modul PAI SMA Klas XI

BAB 13
KHUTBAH JUM’AT TABLIGH DAN CERAMAH
OLEH :Drs.Rebo.M.Ag

Standar Kompetensi : Memahami kutbah jum’at, tabligh dan dakwah
Kompetensi Dasar : 13.1. Menjelaskan pengertian khutbah, tabligh dan ceramah
13.2. Menjelaskan tata cara khutbah, tabligh dan dakwah
13.3. Memperagakan khutbah, tabligh dan dakwah
LEMBAR INFORMASI
A. Khutbah Jum’at
Khotib adalah seseorang yang membacakan khutbah jum’at. Salah satu syarat syahnya mendirikan shalat jum’at adalah harus didahului oleh dua khutbah yang disampaikan oleh seorang khotib. Shalat jum’at tidak akan syah tanpa adanya dua khutbah yang lengkap dengan syarat dan rukunnya, sebagaimana Sabda Nabi SAW.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ. صلم. يَحْطُبُ قَاءِمًا وَيَحْلِسُ بَيْنَ خُطْبَتَيْنِ
Artinya : Dari Ibnu Umar RA. Rasulullah SAW. berkhutbah pada hari jum’at dengan berdiri dan beliau duduk diantara dua kutbah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ. صلم. اِذَاخَطَبَ اِخْمَرَتْ عَيْنَاهُ عَلاَ صَوْ تُهُ وَاَشْتَدَّ غَضَبَهُ حَتَّى كَانًّهُ مُنْذِرُجَيْسٍ يَقُوْلُ : صَبَحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ. (رواه مسلم وابن ماجه)
Artinya : Bila Rasulullah SAW. berkhutbah kedua matanya memerah, suaranya tegas dan semangatnya tinggi bagai seorang panglima yang memperingatkan kedatangan musuh yang menyergap dikala pagi dan sore. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
كَانَ النَّبِيُ. ص.م. اِذَاقَامَ عَلَ الْمِنْبَرِ اِسْتَقْبَلَهُ اَهْحَابُهُ بِوُجُوْ هِهِمْ
Artinya : Bahwa Nabi SAW. bila beliau sudah berdiri diatas mimbar para sahabat semua menghadapkan muka mereka kepadanya. (HR. Ibnu Majah)
Khutbah jum’at itu menempati dua rekaat dari shalat dzuhur yang dikerjakan 4 rekaat, maka shalatlah jum’atnya tinggal 2 rekaat.
Ketentuan menjadi khotib
1. Faqih, mendalami dan memahami ketentuan-ketentuan khutbah, baik syarat, rukun dan sunnah khutbah jum’at
2. Fashih, jelas dalam melafadkan Al-Qur’an dan Sunnah serta hal-hal yang lain
3. Adiib, memiliki akhlaq yang mulia, berpakaian rapi, sopan dan berpenampilan yang baik
4. Asyid, suara jelas, keras, dapat didengar hadirin, dapat membawakan alun kata sesuai dengan isi kandungan yang disampaikan, laksana panglima perang
5. Baligh, telah cukup umur, sadar, tak terserang penyakit jiwa
6. Bath thal, laki-laki, pria yang perkasa, bukan khunsa atau wadam
7. Ruhama, sayang dan disayangi masyarakat, bukan yang dibenci masyarakat
Ketentuan khotib ini muqtadholhal, sesuai dengan keadaan daerah dimana khutbah jum’at dilaksanakan.
Syarat-syarat khutbah jum’at
1. Khutbah dimulai sesudah masuk waktu dzuhur
2. Khotib hendaknya berdiri jika mampu
3. Khotib duduk diantara dua khutbah
4. Dengan suara keras, sekurang-kurangnya didengar oleh jamaah yang ada dalam masjid
5. Khotib harus suci dari hadats dan najis
6. Khotib harus menutup aurat
7. Tertib, berturut-turut dalam rukunnya, baik khutbah pertama maupun kedua.
Rukun-rukun khutbah jum’at
1. Membaca hamdalah pada setiap permulaan kedua khutbah
2. Membaca kedua kalimah syahadah
3. Mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW
4. Berwasiat taqwa kepada Allah SWT
5. Membaca ayat Al-Qur’an, sebaiknya berangkai dengan isi pesan taqwa
6. Memohonkan ampun kepada para kaum muslimin wal muslimat, mukminin dan mukminat pada khutbah kedua.
Sunnah khutbah jum’at
1. Berdiri diatas mimbar atau yang lebih tinggi
2. Memberi salam kepada hadirin dengan menghadap kepada jamaah
3. Khotib duduk setelah memberi salam
4. Khutbah lebih pendek daripada shalat jum’at
5. Khutbah diakhiri dengan permohonan ampun kepada Allah
6. Situasi harus tenang, tak boleh seorangpun berkata-kata
7. Khotib sudah masuk masjid sebelum khutbah dimulai
8. Bahasa yang disampaikan sesuai kemampuan daya tangkap jamaah
Menyusun teks khutbah jum’at
1. Pembuka, yang berisi :
a. Salam pembuka
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
b. Membaca hamdalah
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُطْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
c. Membaca syahadah
أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
d. Membaca shalawat
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
e. Berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah SWT
فَيَاعِبَادَاللهِ إِتَّقُوْاللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
f. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an (yang dikehendaki khotib). Contoh :
يَأَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا قُواأَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَرًا وَقُوْدُهَاالنَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَئِكَةِ غِلاَظٌ شِدَادٌلاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآأَمَرَ هُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَايُؤْمَرُوْنَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim:6)
2. Isi khutbah
Hendaknya berisi mauizah hasanah, yakni uraian-uraian yang mengajak jamaah untuk melaksanakan amal-amal saleh serta meninggalkan amalan-amalan yang tercela berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadist.
3. Penutup khutbah
Kalimah penutup contohnya sebagai berikut.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. وَنَعَفَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَيَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَ وَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

B. Ceramah atau Dakwah
Menurut bahasa dakwah artinya panggilan, seruan atau ajakan. Menurut istilah, dakwah adalah mengajak manusia untuk mengikuti/melaksanakan kebaikan, petunjuk, perintah kepada yang makruf mencegah dari yang mungkar agar mereka mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kegiatan dakwah/tabligh awalnya adalah tugas para rasul, tetapi selanjutnya menjadi tanggung jawab setiap muslim, sebagaimana Hadits nabi.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْاأَيَةَ.
Artinya : Sampaikanlah olehmu apa yang kalian peroleh dari aku meskipun hanya satu ayat. (HR. Turmudzi dan Ahmad)
Ada beberapa istilah yang searti dengan dakwah, antara lain :
1. Tabligh : Penyampaian, yakni menyampaikan ajaran Allah SWT kepada umat manusia. Orang yang menyampaikan disebut mubaligh. (QS. Al-Maidah:67 dan Al-Ahzab:39)
2. Mauizah : Mengajar orang lain dengan cara yang baik agar mereka sadar dan kembali kejalan Allah SWT. (QS. An-Nahl:125)
3. Tausiyah : Nasihat, adalah saling memberi nasihat, memberi wasiat atau saling mengingatkan, tegur sapa dalam kebenaran dan kesabaran. (QS. Al-Asyr:1-3)
4. Tazkin : Mengingatkan agar mereka memelihara diri dan keluarganya dari api neraka atau mereka senantiasa ingat kepada Allah SWT dan menyadari kesalahannya serta segera bertaubat. (QS. Al-A’la:9)
5. Amar makruf nahi mungkar : Memerintahkan kepada yang baik, mencegah/melarang dan monolah yang mungkar. (QS. Ali Imron:104)
6. Tabsyir dan Tanzir : Kabar gembira tentang karunia dan rahmat bagi mereka yang beriman.
Tanzir : Peringatan atau ancaman bagi mereka yang durhaka. (QS. Al-Baqarah:119)

Sifat-sifat da’i
Seorang da’i harus memiliki sifat-sifat yang terpuji, antara lain :
1. Berakahlak mulia : Perilakunya pantas diikuti oleh umat
2. Amanah : Dipercaya oleh masyarakat dan mendapat kepercayaan dari masyarakat
3. Sidiq : Jujur, apa yang dikatakan dapat dipertanggungjawabkan
4. Ikhlas : Mengikhlaskan setiap amal untuk kepentingan dakwahnya
5. Rahmah : Yang diembannya untuk seluruh makhluk Allah SWT
6. Sabar : Dalam berdakwah pasti ada rintangannya maka harus sabar dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.
7. Siqah : Seorang da’i harus benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
8. Wa’iy (peka) : Harus berwawasan luas, baik yang berkaitan dengan agama, sosial, budaya, ekonomi dan politik.

UJI KOMPETENSI

A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Tabligh adalah
2. Yang dimaksud khotib adalah
3. Tempat untuk khutbah jum’at dinamakan
4. Seseorang yang menyampaikan tabligh disebut
5. Bacaan syahadah adalah
6. QS. Ali Imron : 104 menjelaskan tentang
7. Rasulullah SAW memanjangkan shalat dan
8. Mendo’akan kaum muslimin dan muslimat dilaksanakan pada khutbah ke
9. Seorang da’i harus benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah SWT yang disebut
10. Agar pesan taqwa dalam khutbah itu mendapat perhatian dari hadirin dan khotib diteladani perbuatannya, maka seorang khotib harus orang yang
11. Berkhutbah yang menimbulkan gelak tawa itu hukumnya
12. Dakwah dengan cara saling mengingatkan, saling berwasiat, atau saling tegur sapa dalam kebenaran dan kesabaran. Dakwah ini disebut
13. Pria perkasa, herois dan sempurna, takcela indrawi sangat pantas sebagai khotib, orang ini disebut
14. Untuk menjaga kemurnian ibadah agar sesuai dengan sunnah Nabi, maka rukun-rukun khutbah harus diucapkan dengan bahasa
15. Secara etimologi dakwah artinya
16. Seorang da’i harus berwawasan luas dibidang ilmu agama, sosial, dan politik, dengan demikian seorang da’i harus
17. Hadits ini بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْاأَيَةَ artinya
18. Khutbah jum’at dilaksanakan dua kali, antara khutbah satu dengan khutbah kedua dibatasi
19. Seorang khotib harus memiliki akhlak mulia, berpakaian rapi, sopan dan berpenampilan yang baik, yang disebut
20. Kalimat ini اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ disebut bacaan

LEMBAR STUDI PUSTAKA

1. Masalah : Tek Khutbah Jum’at
2. Judul Buku yang Dipelajari : Tabloit Jum’at Edisi Bulan Ini
3. Hasil Studi Pustaka :
……………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………….

LEMBAR DISKUSI

1. Tema Diskusi : Ceramah Pengajian Peringatan Maulid Nabi di TVRI
2. Waktu Pelaksanaan :
Hari/Tanggal : ………………./……………………..
Tempat : ……………………………………….
Waktu : jam…………….s/d jam……………
3. Jumlah Peserta : ……………………………………….
4. Hasil Diskusi :
……………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………….

B. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar !
1. Berikut ini adalah nama-nama lain atau searti dengan dakwah, kecuali . . .
a. tabligh d. dzikir
b. tabsyir e. tazkir
c. mauizah

2. Mengerjakan shalat jum’at harus memenuhi . . .
a. syarat rukun khutbah d. ketentuan pengurus masjid
b. panggilan adzan dan iqomah e. jumlah jamaah yang telah ditentukan
c. syarat dan rukunnya

3. Selain khutbah jum’at ada lagi khutbah untuk shalat sunah, yaitu . . .
a. shalat lail dan shalat tarwih d. shalat rowatip dan dluha
b. shalat idul fitri dan shalat gerhana e. sebelum shalat witir dan idul adha
c. shalat istisqo’ dan tahajut

4. Rasulullah SAW berkutbah dengan berdiri dan beliau duduk . . .
a. bila terlalu lama d. sambil bersila
b. bila ingin istirahat e. diantara dua khutbah
c. bila jamaahnya sedikit

5. Berikut ini yang bukan merupakan rukun khutbah adalah . . .
a. membaca hamdalah d. membaca ayat Al-Qur’an
b. membaca kalimat thoyibah e. membaca shalawat atas Nabi SAW
c. membaca shahadatain

6. Bila Rasulullah SAW berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya keras dan semangatnya tinggi, bagaikan . . .
a. halilintas menyambar d. harimau melumpuhkan mangsanya
b. guru memarahi muridnya e. panglima yang memperingatkan
c. kyai yang memberi nasehat santrinya kedatangan musuh
7. Apabila kamu berbicara pada temanmu pada saat khotib berkhutbah “diamlah” maka sesungguhnya . . .
a. binasalah ibadahnya d. malaikat tidak mencatatnya
b. tidak diterima shalat jum’atnya e. musnahlah amal perbuatannya
c. sia-sia ibadah jum’ahnya

8. Khutbah jum’at bisa dimulai sejak . . .
a. waktu fajar
b. matahari mulai condong ke arah barat
c. pagi hari
d. kapan saja asal jamaah sudah lengkap
e. khotib sudah siap dan jamaah sudah lebih dari 40 orang

9. Khotib membacakan khutbah haruslah . . .
a. duduk di kursi d. menatap muka hadirin
b. tegap siap berdiri e. khusuk dan tenang
c. berdiri

10. Sesuatu yang wajib dibacakan dalam khutbah adalah . . .
a. syarat-syarat khutbah d. riwayat hidup khotib
b. pendapatan hasil infak setiap jum’at e. sunah-sunah khutbah
c. rukun-rukun khutbah

11. Bacaan do’a dibawah ini artinya . . .
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
a. Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku
b. Ya Allah ampunilah aku, luaskan rizkiku dan tambahlah ilmuku
c. Ya Allah ampunilah semua orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan
d. Ya Allah ampunilah semua orang Islam laki-laki dan perempuan
e. Ya Allah lindungilah aku dan kasihanilah aku dan maafkanlah dosa-dosaku

12. Seorang khotib itu haruslah . . .
a. tegas dan keras dalam berpendapat
b. menerima kritik dan saran
c. acuh terhadap omongan orang
d. memahami situasi dan kondisi jamaah
e. rendah diri dan lemah lembut

13. Mengingatkan kaum muslimin agar meningkatkan iman dan taqwa, termasuk . . .
a. rukun khutbah d. sunnah khutbah
b. syarat khutbah e. kewajiban khotib
c. fungsi khutbah

14. Bilal menyerukan adzan apabila nabi SAW. telah duduk di atas mimbar dan ia qomat bila . . .
a. beliau telah turun dari mimbar d. jamaah telah siap shalat
b. telah memberi komando e. beliau telah memerintahkan
c. beliau telah selesai membacakan khutbah

15. Seorang da’i harus seorang yang memiliki sifat siqih, maksudnya . . .
a. dipercaya dan mendapat kepercayaan dari masyarakat
b. memiliki wawasan yang luas, baik bidang agama, politik dan kemasyarakatan
c. seorang da’i harus benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT
d. seorang da’i harus sabar dan tabah menghadapi berbagai rintangan
e. seorang da’i harus berakhlak mulia dan dapat dijadikan teladan

16. Khotib yang melaksanakan khutbah harus fakih, maksudnya . . .
a. mendalami dan memahami ketentuan-ketentuan khutbah
b. jelas dalam melafazkan Al-Qur’an dan hadits
c. telah cukup umur, sadar dan tak terserang penyakit jiwa
d. sayang dan disayangi masyarakat
e. suara jelas, keras dapat didengar hadirin dari jarak limabelas meter

17. Khutbah jum’at harus dilaksanakan di masjid, sedang dakwah . . .
a. dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat
b. dapat dilaksanakan oleh siapa saja kapan saja dan dimana berada
c. dapat dilaksanakan di lapangan atau tempat terbuka
d. harus dilaksanakan di tempat yang bersifat umum
e. harus mendapat izin dari pemerintah setempat

18. Ketika muaszin mengumandangkan adzan, khotib dalam keadaan . . .
a. berdiri d. istirahat
b. duduk e. siap
c. diam

19. Seorang da’i harus bersifat “wa’iy”, maksudnya . . .
a. dipercaya dan mendapat kepercayaan dari dan oleh masyarakat
b. jujur, apa yang dikatakan dapat dipertanggugjawabkan
c. mengikhlaskan setiap malnya untuk kepentingan dakwahnya
d. harus berwawasan luas, baik yang berkaitan dengan agama, sosial, ekonomi dan politik
e. yang diembannya untuk seluruh makhluk Allah SWT.

20. Para khotib selalu membaca syahadatain ketika berkhutbah. Karena membaca syahadatain itu termasuk . . .
a. rukun khutbah jum’at d. sunnah khutbah jum’at
b. syarat sah khutbah jum’at e. syarat sah shalat jum’at
c. syarat khutbah jum’at

21. Hadits tersebut dibawah ini mengandung pengertian bahwa kita dianjurkan supaya menunaikan shalat . . .
إِذَادَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسَ حَتَّى يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ
a. jum’at d. tahajud
b. jamaah e. tarawih
c. tahiyatul masjid

22. Lafal dibawah ini dibaca khotib ketika . . .
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
a. awal khutbah pertama d. akhir khutbah pertama
b. awal khutbah kedua e. akhir khutbah kedua
c. duduk diantara dua khutbah

23. Hadits dibawah ini mengandung pengertian bahwa dalam shalat jum’at kita dianjurkan supaya . . .
إِذَاقُلْتُ لِصَاحِبِكَ يَوْءمَ الْجثمثعَةِ أَنْصِتْ وَاْلإِمَامُ يَخْءطَبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
a. memperhatikan khutbah d. merapikan saf
b. shalat jum’at secara berjamaah e. memenuhi saf yang kosong
c. datang ke masjid lebih awal
24. Apabila khotib sudah memulai khutbah, malaikat sudah tidak mencatat kehadiran orang yang datang untuk jum’atan, sebab . . .
a. malaikat sedang istirahat d. malaikat membuat kesimpulan
b. malaikat mendengarkan khutbah e. malaikat merekam apsen
c. malaikat sudah pulang

25. Berikut ini yang tidak termasuk syarat seorang juru dakwah adalah . . .
a. mengetahui ilmu dan pengetahuan yang disampaikan
b. menagamalkan ilmu pengetahuan sesuai kapasitasnya
c. mengembangkan wawasan keislaman yang dikehendaki masyarakat
d. memberikan contoh dari dirinya sendiri dan keluarganya
e. hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang disampaikan

26. Keberhasilandakwah tidak hanya ditentukan oleh da’i, melainkan juga peran masyarakat. Dengan demikian obyek dakwah adalah . . .
a. remaja masjid d. ta’mir masjid
b. komunitas pengajian e. kaum muslimin dan muslimat
c. masyarakat umum

27. Hadits yang diriwayatkan oleh lima ahli hadits meriwayatkan : Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum’at sampai tiga kali karena menganggap enteng, maka Allah akan . . .
a. mencatat sebagai orang kafir d. memasukkan kedalam neraka
b. mencatat sebagai orang munafik e. mengadzab dengan adzab yang pedih
c. mencatat sebagai orang murtad

C. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jelas !
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Tablig Akbar !
Jawab :

2. Kapan khutbah jum’at dimulai, jelaskan !
Jawab :

3. Sebutkan 6 ketentuan menjadi khotib jum’at !
Jawab :

4. Sebutkan 6 rukun khutbah !
Jawab :

5. Sebutkan 5 syarat khutbah jum’at !
Jawab :

6. Sebutkan 5 sunnah khutbah !
Jawab :

7. Tulislah penutup khutbah jum’at pada khutbah pertama !
Jawab :

8. Jelaskan perbedaan pelaksanaan khutbah jum’at dengan khutbah idul fitri !
Jawab :

9. Bolehkah khutbah jum’at dibaca dengan bahasa daerah, jelaskan !
Jawab :

10. إِذَادَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسَ حَتَّى يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ
a. Salin dan lengkapilah harakat hadits tersebut !
b. Jelaskan pokok pengertian hadits tersebut !
Jawab :

D. Penerapan Budi Pekerti
Isilah pernyataan berikut ini secara jujur dengan memberi tanda cek ()!
No Pernyataan Jawaban Alasan
Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
1. Dalam melaksanakan jum’at-an apabila kedatangannya khotib sudah naik mimbar, maka malaikat sudah tidak mencatatnya, untuk itu kalau datang jum’atan harus mendahului khotib.
2. Bila kawanmu yang menjadi khotib itu, kamu tahu bahwa dia bekas narapidana, maka sikapmu menurunkan dia dari mimbar karena tidak memenuhi syarat sebagai khotib.
3. Apabila kawanmu mengajak mu untuk mendatangi penga-jian dan kamu tahu bahwa yang mengisi pengajian seko lahnya masih tinggi kamu, maka kamu menolaknya
4. Di rumahmu diselenggarakan pengajian, sedang tetangga mu membunyikan musik dengan suara keras, maka sikapmu melaporkan hal itu pada polisi
5. Jika kamu melihat kawanmu kencing dengan berdiri, maka kamu mengingatkan dengan cara yang baik dan bijak sana, karena ini termasuk dakwah dengan tausiyah

Buatlah Tek Khutbah Jum’at yang lengkap rukun-rukunnya !

Posted on 17 Maret 2010, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: